Yesusku, tabib yang ajaib

Yesusku, tabib yang ajaib
Kesaksian Ibu Ketty Ligianto – Ujung Pandang

Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Pada awal tahun 1999 saya telah menyaksikan di kebaktian kaum Wanita
bahwa, anak saya mengalami kecelakaan tetapi selamat berkat
pertolongan Tuhan dan saya tidak merasa takut waktu mendengar kabar
dari Rumah sakit. Saya hanya berdoa mengucap syukur berterima kasih
kepada Tuhan sebab saya sangat yakin Tuhan ada bersama anak saya.
Tuhan pasti sudah menolong dia, karena satu minggu sebelum anak saya
kecelakaan, Tuhan sudah menyatakan kemuliaanNya yang indah. Sewaktu
saya berdoa saya melihat malaikat-malaikat kecil dengan memakai baju
putih meniup sangkakala bergandengan tangan, terbang di atas atap
rumah saya berputar-putar dan baju mereka terbang ditiup angin.
Penglihatan ini sangat indah dan menguatkan saya. Waktu berdoa itu
saya hanya mengucap syukur dan berterima kasih berulang-ulang dan
Tuhan menyatakan kemuliaanNya.

Pada tanggal 31 Januari 1999, kembali waktu saya berdoa mau tidur
malam, begitu saya tutup mata, untuk kesekian kalinya Tuhan
menyatakan kemuliaanNya. Saya dikaruniai penglihatan secara rohani,
di atas kepala atapnya (plafond) dalam kamar saya terbuka seperti
pintu dan ada cahaya yang sangat terang memancar ke tubuh saya yang
lagi berdoa. Saya tidak bisa tidur, kembali mengucap syukur berterima
kasih kepada Tuhan untuk penyataan itu, begitu baiknya Tuhan kepada
saya pribadi.

Begitu juga, kalau akan ada sesuatu yang akan terjadi, Tuhan sudah
ingatkan lebih dahulu kepada saya melalui penglihatan atau mimpi-
mimpi. Sungguh ajaib Tuhanku.

Pada bulan Maret saya ada mencoba minum obat pelangsing, tetapi pada
hari ke empat saya minum, perut saya mulai terasa sakit di sebelah
kiri. Saya berhenti minum obat ini, saya ke dokter kandungan, dan
yang ada dalam pikiran saya pasti ada “cista” di perut ini yang sudah
pecah atau bertambah besar. Apa yang saya pikirkan bukan itu yang
Tuhan berikan. Sebab apa yang tidak pernah kita duga, itulah yang
Tuhan berikan.

Begini awal mula penyakit saya. Pada tahun 1994 akhir saya datang
bulan dan selama menstruasi perut ini sangat sakit sampai sebelah
kiri. Setelah ke dokter, dokter katakan, ada cista di perut sebelah
kiri (hasil USG) hanya dengan operasi baru sembuh. saya hanya
berserah pada Tuhan. Bulan Juli 1995, saya sekeluarga jalan-jalan ke
Singapura. Saya cek up kembali di dokter kandungan, dan setelah di
USG, ternyata cista itu masih ada. Dokter di sana menyarankan saya
harus di haporoskopi yaitu : dokter akan membuat lubang 3 buah di
perut dan melalui sinar laser penyakit dalam perut itu akan
dihancurkan.

Malamnya saya berdoa, Tuhan, Engkau yang akan menghancurkan penyakit
ini dengan DarahMu. Besok hari saya putuskan tidak mau kembali ke
dokter. Saya datang sekeluarga ke Singapura untuk berlibur bukan
untuk tinggal di Rumah Sakit. Saya percaya Yesus selalu ada bersama
saya. Kembali pada tahun 1996, saya cek up kesehatan di Dokter
spesialis penyakit dalam dan hasil USG kembali menunjukkan penyakit
ini masih ada, dokter bilang kenapa tidak di operasi saja ?

Saya diam, saya tidak menjawab., sebab masih ada harapan bagi saya
bahwa Yesus sanggup menolongku. MujizatNya selalu dinyatakan kepada
keluarga saya.

Bulan Juni 1999, ibu saya menelepon saya dari Manado dan mengatakan
bahwa ada teman-temannya yang berdoa bersama-sama ibu saya dan dalam
doa itu ada nubuatan tentang saya, katanya saya di Ujung Pandang lagi
sakit perut sebab ada cista dalam perut saya tetapi Tuhan akan
menyembuhkan katanya. Hanya dengan iman saya aminkan nubuatan ini
kalau benar dari Tuhan. Kalau cobaan ini ada rencana Tuhan saya
menerimanya walau sakit, saya rela menderita bersama Yesus. Saya
hanya mengucap syukur dan berterima kasih atas cobaan ini. Saya mulai
mengingat-ingat Firman Tuhan yang pernah saya baca bahwa Tuhan akan
melalukan segala penyakit bagi orang yang percaya dan melakukan
FirmanNya. Tuhan tidak akan membiarkan kita tergeletak, tanganNya
pasti akan menopang. Dan Tuhan sudah memberi kuasa kepada kita dan
kita akan melakukan perkara-perkara besar, bahkan yang lebih besar
daripada yang sudah pernah Tuhan lakukan.

Puji Tuhan. Selama mengiring Tuhan banyak-banyak masalah dan cobaan
yang datang pada keluarga saya tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan
kami. Tuhan selalu menjawab doa-doa saya.

Banyak sekali mujizat yang Tuhan adakan pada keluarga saya. BerkatNya
melimpah, baik jasmani terutama berkat-berkat rohani. Tuhan sangat
baik, begitu dalam kasihNya pada keluargaku, tanganNya tidak kurang
panjang untuk menolong dan menjamah setiap masalah dan pencobaan yang
datang.

Saya sangat yakin Tuhan tidak akan membiarkan keluargaku dipermalukan
karena mengiring Dia. Saya selalu berserah kepada Tuhan, minta ampun
dosa salah dan kekurangan saya dengan hati yang hancur. Saya menagih
janji Tuhan yang terdapat di dalam Yohanes 14:14, “Jika kamu meminta
sesuatu kepadaKu, Aku akan melakukannya.” Saya mengatakan
kepadaNya: “Tuhan, cobaan ini berat, rencanaMu yang jadi Ya Tuhan,
sebab rencanaMu, indah, Engkau menjanjikan masa depan yang penuh
harapan.”

Dunia boleh merancangkan kejahatan tetapi Tuhan selalu dan selalu
merancangkan kebaikan. Saya percaya kepada janji-janji Tuhan. Kadang-
kadang sambil memasak atau bila ada di mana saja saya suka berbicara
dengan Tuhan. Saya juga berkata kepada iblis, “Hai iblis, engkau di
bawah telapak kakiku, engkau tidak berhak mengganggu kesehatan saya
sebab saya ini adalah milik Tuhan Yesus. Saya tumpang tangan diperut
yang sakit, saya percaya Tuhan akan menyatakan mujizatNya.

Menjadi kekuatan saya selalu kalau berada dalam masalah atau cobaan,
saya berdoa dan minta jawaban dari Firman Tuhan. Dan selalu begitu
membuka Alkitab, Tuhan langsung tunjukkan ayat-ayat yang indah yang
menguatkan. Kali ini yang saya dapat baca yaitu dalam Kitab Daniel
2:19,20. Daniel mendapat penglihatan dan memuji-muji Allah. Saya
terus ingat penglihatan waktu yang lalu, saya langsung memuji-muji
Tuhan. Rasanya cobaan ini menjadi ringan kalau bersama Tuhan. Tuhan
memberi hikmat dan pengertian pada saya.

Pada tanggal 19 Juli 1999 saya ke dokter kandungan. Saya katakan
kepada dokter, cista ini kambuh lagi. Saya sering sakit perut. Dokter
bilang operasi saja, angkat semua alat-alat reproduksi dan
menyarankan saya USG. Waktu pagi-pagi menunggu di ruang tunggu,
sementara menunggu giliran untuk di foto, saya duduk sambil menyanyi-
nyanyi dalam hati, saya mengucap syukur terus kepada Tuhan, dan
heran, saat itu saya merasa cobaan itu begitu ringan. Haleluya, Puji
bagiMu Tuhan.

Apapun yang dokter akan katakan sebentar, saya percayaTuhan adalah
tabib di atas segala tabib, tidak ada yang mustahil bagiNya. Dengan
iman saya yakin Tuhan Yesus sudah mengoperasiku. Saya akan mendengar
apapun yang akan dikatakan dokter dengan hati yang tenang, sebab air
sungai yang tenang dari surga sedang mengalir didalam hatiku.

Saya begitu tenang, tidak ada lagi ketakutan. Saya masih ketawa-
ketawa dengan suami saya. Dan biasanya kalau sementara USG, dokter
akan berbicara mengenai hasil foto yang sementara dia lakukan. Tetapi
kali ini dokter hanya berkata, anaknya ada berapa ? Oh kamu gemuk
sebab sudah lama suntik-suntik KB. Saya hanya menjawab iya. Saya juga
tidak berani bertanya, ada apa dilayar monitor USG itu ?

Sorenya, saya, suami dan anak-anak kembali ke dokter kandungan itu
untuk membawa hasil USG tadi pagi. Karena anak saya ingin tahu, dia
membuka foto-foto itu dan katakan, “mamie, semua normal, tidak ada
apa-apa mamie.” Saya tidak mendengarnya, sebab pikiran saya hanya
tertuju kepada dokter yang akan menerangkan hasil USG itu. Waktu saya
dan suami di suruh masuk ke ruang periksa dokter dengan suara yang
nyaring berkata, “Tidak ada lagi cista, ini, lihat foto ini, sudah
hilang penyakit itu.” Saat itu, air mata ini tidak terasa langsung
mengalir. Puji Tuhan ! Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Saya
katakan kepada dokter, “Saya sudah yakin, Tuhan pasti adakan
mujizatNya.

Sungguh ajaib Yesusku. Saya juga menyaksikan pada dokter mujizat-
mujizat yang sudah pernah Tuhan nyatakan pada waktu-waktu yang lalu
pada keluargaku. Lidah ini rasanya tidak mau berhenti mengucap syukur
kepada Tuhan. Memang benar, Tuhan hanya sejauh doa kita. Dengan rajin
berdoa, mencari wajahNya, dan yakin iman dapat mengalahkan segala
perkara, pasti Tuhan Yesus menolong. Hari-hariku terasa sangat indah
dan penuh sukacita berjalan bersama Tuhan. Semua indah pada waktunya.

Explore posts in the same categories: KESAKSIAN YANG MENGUATKAN IMAN KITA

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

One Comment on “Yesusku, tabib yang ajaib”

  1. KARIER BAGUS Says:

    Karier Bagus, ya Kami memberikan Informasi mengenai Pekerjaan yang bagus atau Karier Bagus, temukan Karier Bagusnya dan rekomendasikan blog ini kepada Teman, Saudara dan Family Anda, silahkan langsung melamar, bila Anda telah menemukan Pekerjaan yang sesuai dan Anda sukai, dan data akan selalu kami Update, terima kasih telah berkunjung.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: