DISEMBUHKAN DARI TUMOR OTAK

Nama saya Sudung Simbolon,  ayah dari Yosep Simbolon (19 tahun). Kami sekeluarga berjemaat di salah satu gereja di Bekasi dan Yosep aktif melayani dalam bidang musik di gereja.

Pada suatu hari di akhir tahun 2003, saat masih duduk di kelas 2 STM, tiba-tiba Yosep merasakan kepalanya begitu sakit sampai ia menarik-narik rambutnya untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya….

Kemudian, ia membaringkan dirinya di kamar dan tidak dapat  bangun dari tempat tidur sama sekali.  Ia segera dibawa ke klinik terdekat dan  dirawat selama 1 minggu. Tidak banyak kemajuan yang terjadi. Ia terus menerus merasa kesakitan pada kepalanya. Akhirnya, dokter memberikan surat pengantar ke RS yang lebih besar untuk menjalani pemeriksaan CT Scan. Hasil CT Scan menyatakan bahwa Yosep menderita sakit tumor otak.

Selama di rumah keadaan Yosep semakin parah. Ia hanya terbaring saja bagaikan mayat hidup. Saya, istri dan ketiga anak saya yang lain tiada henti-hentinya berdoa agar Tuhan campur tangan. Tuhan menjawab doa kami. Ketika kami membawanya berobat kembali, maka ia mengalami banyak sekali kemajuan. Ia bisa duduk dan melakukan aktivitas normal seperti biasa.  Bahkan akhirnya ia bisa bersekolah kembali. Selama 2 tahun sakitnya tidak pernah kambuh dan ia tidak pernah merasa ada kelainan dalam tubuhnya.

Pada tanggal 18 Desember 2005, suatu peristiwa yang mengejutkan terjadi. Yosep terjatuh dari ketinggian 3 meter ketika sedang membersihkan bak penampungan air. Awalnya tidak terjadi apa-apa. Tetapi, pada tanggal 24 Desember 2005, sehabis mandi, Yosep tidak mampu memakai pakaiannya sendiri dan langsung jatuh rebah di atas tikar. Kami membawanya ke RS terdekat di Bekasi. Pada hari ke 3, ketika ia mencoba turun dari tempat tidurnya untuk pemeriksaan rontgen, tiba-tiba tubuhnya merosot ke lantai seolah-olah tidak memiliki kekuatan lagi. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter saraf mendapati bahwa tubuh sebelah kanan Yosep telah menjadi lumpuh. Dokter mengatakan Yosep mengalami kelumpuhan karena tumor di kepalanya sudah menebal dan melebar. Harapan hidup bagi Yosep begitu tipis.

Saya memutuskan untuk membawa Yosep pulang. Saat itu keadaannya sangat memprihatinkan. Yosep tidak dapat berbuat apa-apa. Ia tidak dapat bicara, tidak dapat mendengar dan tidak bisa melihat. Istri saya sampai pingsan melihat keadaannya. Akhirnya saya dan seluruh keluarga terus berdoa agar Tuhan menolong dia. Tuhan mendengarkan doa kami. Yosep mulai mengalami perubahan walau hanya sedikit.

Pada bulan Januari 2006, seorang sahabat bersama dengan hamba-hamba Tuhan dari KPPI datang menjenguk Yosep dan berdoa baginya. Pengharapan kami bangkit saat mendengar tentang adanya acara KPPI (Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi) di Pancoran. Kami pun hadir di KPPI untuk pertama kalinya pada hari Kamis, 12 Januari 2006.  Yosep harus dibopong karena badannya sangat lemah. Di sepanjang perjalanan ia mengerang kesakitan. Setiba di tempat kebaktian, dengan dibantu 4 orang, Yosep dibaringkan di lantai dengan beralaskan tikar. Kebaktian pun dimulai, saya merasakan sukacita yang luar biasa sepanjang acara. Saat doa kesembuhan, Yosep didoakan oleh 2 orang hamba Tuhan dan mujizat pun terjadi. Keesokan harinya, Yosep sudah bisa mengangkat tangan dan kakinya yang lumpuh. Kami sangat bersukacita.

Dua minggu kemudian kami datang kembali ke KPPI untuk kedua kalinya. Yosep masih harus dibopong karena lumpuh dan buta. Ia juga terus mengerang kesakitan. Malam itu Tuhan Yesus kembali bekerja. Keesokan harinya, Yosep mulai bisa melihat, sekalipun belum terlalu jelas. Ia juga mulai bisa  makan dan minum sendiri. Kemajuannya sangat pesat.

Kamis, 09 Februari 2006 kami kembali datang ke KPPI untuk ketiga kalinya. Kondisi Yosep sudah amat baik. Ia tidak lagi harus dibopong. Sepanjang kebaktian ia dapat duduk dengan baik. Ketika kembali ke rumah, kami sekeluarga begitu terkejut ketika Yosep memainkan gitar dan mengajak kami memuji Tuhan. Kami menangis terharu atas perubahan yang terjadi. Kami semua begitu terharu.  Sungguh luar biasa apa yang Tuhan kerjakan pada Yosep. Kamis, 23 Februari 2006, kami datang kembali ke acara KPPI untuk ke empat kalinya. Saat itu Yosep bisa jalan sendiri tanpa dipegang. Saat memuji-muji Tuhan dia bisa bertepuk tangan. Saat didoakan matanya juga semakin membaik. Sepulang dari KPPI beberapa hari kemudian Yosep sudah dapat melihat dengan jelas.

Yosep kini benar-benar sembuh dan normal serta kembali aktif melayani Tuhan di bidang musik.  Saya sangat bersyukur atas mujizat yang Tuhan berikan padanya. Tubuh yang lumpuh, mata yang buta, tumor di otak telah disembuhkan Tuhan!  Allah sungguh menjawab doa-doa anakNya.

Explore posts in the same categories: KESAKSIAN YANG MENGUATKAN IMAN KITA

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: